Pola Sehat Rasulullah

Pola Makan Sehat ala Rasulullah

Kesehatan merupakan nikmat Allah SWT yang besar sekali manfaatnya bagi kehidupan kita. Allah SWT telah menganugerahkan nikmat tersebut agar kita senantiasa nyaman dalam beribadah dan beraktivitas. Dalam Islam, segala hal terkait kehidupan telah diatur, termasuk tentang kesehatan. Kita wajib menjaga kesehatan melalui pola hidup dan pola makan yang sehat.

Pola makan yang sehat dapat kita contoh dari Rasulullah SAW. Rasulullah SAW merupakan seorang rasul yang diberi anugerah kesehatan yang luar biasa sehingga jarang sakit. Hal ini ditunjang salah satunya oleh pola makan yang sehat. Beberapa pola makan Rasulullah SAW yang dapat kita teladani  adalah:

  1. Tidak berlebih-lebihan

Rasulullah SAW selalu makan secukupnya atau tidak terlalu kenyang. Rasulullah SAW menegaskan larangan untuk bersikap berlebihan saat makan atau minum seperti dalam riwayat hadits berikut:

“Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas.” (HR Ibnu Majah no. 3349, dinilai shahih oleh Al-Albani)

Allah SWT melalui firmannya dalam QS Al-A’raf ayat 31 juga melarang seseorang bersikap berlebih-lebihan dalam makan atau minum.

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا

Artinya: "..makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.” (Q. S. al- A'raf [7]: 31)

  1. Tenang dan tidak terburu-buru

Rasulullah SAW mencontohkan makan dengan pelan-pelan dan mengunyah makanan hingga halus. Secara medis, ternyata hal tersebut bermanfaat untuk menjaga kelancaran proses pencernaan dan menghindari tersedak. Makan dengan rileks juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis yang lebih baik. 


  1. Mengkonsumsi makanan yang halal dan thayyib

Kita dianjurkan memilih makanan yang halal dan menjauhi makanan yang haram untuk dikonsumsi merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an. Makanan yang haram umumnya memiliki efek yang buruk bagi kesehatan.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 168)


  1. Duduk tegak ketika makan

Rasulullah SAW membiasakan makan dengan posisi duduk dengan tegak. Rasulullah SAW juga melarang kita untuk makan sambil bersandar karena dapat mengganggu proses pencernaan makanan di lambung. Dengan duduk tegak, lambung tidak tertekan sehingga kita pun dapat makan dengan nyaman.

Sumber: 

Hakim, M. Saifudin (2019). Diet atau Pola Makan Sehat ala Rasulullah? (Bag. 1). [Online]. Tersedia di: https://muslim.or.id/52404-diet-sehat-ala-rasulullah-1.html - diakses pada 10 September 2023

Sapie, Muhamad Jufri bin (2017). Konsep Pola Makan Sehat dalam Perspektif Hadis dalam Kitab Musnad Ahmad. Skripsi. Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara



Penulis 

Mashita Inayah S.Gz





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama