PEMUDA HEBAT INDONESIA BERDAULAT
Fauzi Rochman M.S.I
( Kabid Dakwah PRPM Tompeyan Tegalrejo YK)
“Pemuda Hebat Indonesia Berdaulat” merupakan tema milad Pemuda Muhammadiyah ke-91 yang mengandung makna penting bagi pembangunan Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Tema milad tersebut mengajak para Pemuda Muhammadiyah untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka agar dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa yang merdeka dan mandiri.
Pemuda merupakan tonggak dari sebuah peradaban. Setiap peradaban pasti diawali dari pemuda. Maka ada sebuah kata mutiara yang mengatakan bahwa “baik buruknya suatu bangsa tergantung pemudanya”. Begitu juga pada kata mutiara yang lain mengatakan bahwa “ pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang”
Tak usah jauh-jauh mengambil contoh. Indonesia ini adalah desain dari banyak anak muda yang menginginkan kemerdekaan. Berawal dari perang besar yang menguras keuangan belanda yang terjadi pada tahun 1825-1830. Perang tersebut di pimpin oleh seorang anak muda yang Bernama Diponegoro. Didasari “hubbul wathan” dan mengangkat kalimat la illa ha illah lah menjadi spirit Diponegoro untuk melawan belanda.
Pada generasi berbeda jauh setelah Diponegoro munculah nama- nama besar yang menjadi bintang pada masanya dan bergerak di bidangnya masing masing. Seperti KH ahmad Dahlan tokoh Muhammadiyah, KH Hasyim Asyari tokoh Nahdatul Ulama, HOS Cokroaminoto tokoh Serikat Islam. Generasi setelahnya ada Agus Salim, Sukarno, Muh Hatta dan lain sebagainya. Inilah adalah para anak muda yang memiliki visi misi untuk bangsanya. Keinginan bersama adalah bagaimana bangsa ini bisa berdaulat berdiri di kaki sendiri “kemerdekaan”.
Akhirnya Pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan izin Allah SWT bangsa ini pertama kali bisa memproklamirkan kemerdekaannya. Inilah perjalanan panjang yang dimulai dari generasi muda pendahulu kemudian para generasi tersebut mengkader generasi selanjutnya terus sampai pada titik kemerdekaan yang dicita citakan bersama.
“Jas merah” jangan pernah melupakan sejarah. Inilah jargon yang sering diucapkan oleh sukarno. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah bangsanya sendiri. Lewat sejarah kita belajar tentang spirit kehidupan generasi dulu sehingga spirit tersebut tidak terputus di tengah zaman. Selama bangsa itu berdiri spirit tersebut akan terus tertanam dalam sanubari serta diaplikasikan dalam langkah nyata.
Jangan sampai setelah menjadi bangsa yang merdeka namun terlena dengan keadaan. Ibnu Khaldun pernah menuliskan dalam buku Muqaddimahnya. Ada tiga generasi yang mengawal peradaban. Pertama generasi pembangun, generasi penikmat dan generasi penghancur.
Pemuda hebat, apalagi sebagai pemuda Muhammadiyah seharusnya menjadi generasi pembangun. Mengawal pembangunan peradabannya. Agar peradabannya langgeng sampai kapanpun tidak hancur seperti peradaban yang sudah di ceritakan dalam buku-buku sejarah. Langkah nyata untuk membangun peradaban generasi muda perlu melakukan :
Pertama, mempelajari sejarah dan budaya: Sejarah dan budaya suatu bangsa merupakan bagian yang sangat penting dalam membangun peradaban. Mempelajari sejarah dan budaya dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang nilai-nilai yang menjadi dasar peradaban serta mengembangkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air.
Kedua, meningkatkan pendidikan: Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam membangun peradaban. Meningkatkan pendidikan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang kerja yang lebih luas.
Ketiga,mengembangkan inovasi dan kreativitas: Inovasi dan kreativitas menjadi kunci penting dalam membangun peradaban yang maju. Generasi muda harus mampu mengembangkan ide-ide baru dan solusi kreatif dalam menghadapi tantangan yang ada.
Keempat, menjaga lingkungan: Lingkungan yang sehat dan lestari sangat penting dalam membangun peradaban. Generasi muda harus mampu menjaga lingkungan hidup dengan cara mengurangi polusi, menjaga keanekaragaman hayati, dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak.
Kelima, berpartisipasi dalam kegiatan sosial: Berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, dan gerakan kepedulian sosial dapat membantu meningkatkan kesadaran dan rasa empati terhadap sesama serta membantu membangun peradaban yang lebih baik.
Keenam, menjaga nilai-nilai moral dan etika yang berlandaskan Islam : Hal ini menjadi landasan penting dalam membangun peradaban yang baik. Generasi muda harus mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai moral yang sangat penting dalam Islam adalah akhlak yang baik, seperti jujur, adil, sabar, dan kasih sayang. Selain itu, generasi muda harus juga memahami konsep tauhid sebagai dasar keyakinan dalam Islam.
Oleh karena itu sebagai generasi penerus Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk mengawal,merawat serta menjaga nilai-nilai spirit kebangsaan, serta turut serta dalam memajukan pembangunan di berbagai bidang.